Senin, 16 Juli 2018

Prolog PUPUTAN



Terlukis kisah sejarah Perang Puputan🎶
Seorang raja yang anti Belanda🎶
Ini terjadi di tanah Pulau Dewata🎶
Demi martabat dan bela negara 🎵🎶

Dari sini-lah awal mula sejarah tersebut dimulai....



                         "PUPUTAN"
            Story & Art by Putu Yulia Ag
.


.

Setelah perang Puputan Kusamba berakhir . Daerah kusamba, Klungkung berhasil ditaklukan oleh Belanda .  Kini para penjajah tersebut semakin sewenang - wenang melakukan penindasan dan pemerasan terhadap rakyat Klungkung .

Latar menunjukan Puri Denpasar / Kerajaan Badung, pada tahun 1893 ,

"Tadi pagi aku menerima surat dari utusan kerajaan klungkung, mereka memohon bantuan serta kiriman senjata dari kerajaan Badung,  sebab keris dan tombak saja tidak cukup ampuh untuk melawan Belanda . Jadi , sekarang ku tugaskan kalian berdua, pengawal setia-ku yang paling sakti untuk melucuti secara diam - diam persenjataan Belanda yang bermarkas di ***********
" , ucap Gusti Ngurah Pemecutan .

"Baiklah gusti prabhu , akan kami laksanakan sebaik mungkin", jawab kedua pengawal ( Wayan Adiksha & Putu Alit ) . Mereka berdua pun berangkat dengan mengubah wujud mereka seperti Endihan ( bola api terbang ) hingga sampailah ke tempat yang dimaksud .

Para penjajah Belanda sedang berjaga dan berlalu-lalang diluar markas sambil menenteng senapan anginnya .

"Biarkan aku saja yang memulai lebih dulu menggunakan ajian sesirep-ku", ucap Adiksha yang kemudian berubah wujud menjadi leak Rangda . Sedang Alit berubah menjadi leak Garuda Anglayang , perlahan Alit membekap salah satu penjaga Belanda dan langsung menusukan kerisnya . Lalu Rangda dengan kain saput ditangannya, ia lantas membacakan mantra untuk menyihir pasukan Belanda yang sedang berada di luar markas hingga satu persatu diantara mereka mulai mengantuk dan tertidur pulas . Mereka langsung membabat abis pasukan Belanda yang sedang mengantuk . Sang Garuda menancapkan kerisnya , lalu sang Rangda dengan kuku jarinya yang panjang menusuk para pasukan Belanda hingga isi perutnya berceceran keluar .

DORRR... !  DORRRR... !! DORRRR... !! , salah satu tentara menembakan senapannya .  Cusssss... ! Secara mengejutkan salah satu peluru menuju ke arah Alit dan melukai lengan sebelah kirinya . Belanda trus melontarkan tembakan hinggal Adiksha berhasil menangkap peluru yang ditembakan lalu menyentilkan balik peluru itu hingga tentara itu tertembak di dahinya .

"Adiksha , kurasa kita harus cepat membereskan semua ini sebelum mereka memanggil bantuan", ujar Alit . Dengan cepat mereka memunguti senjata - senjata milik tentara Belanda dan memasukannya kedalam karung . 

Di tengah perjalanan pulang , Adiksha menyentuh bahu Alit dengan sedikit menyentak dengan tangan kanannya . Seketika itu Alit langsung terdiam tidak berkutik sama sekali . "Sekarang kau harus ikuti semua perintahku ,  semakin kau melawan akan semakin terasa berat tubuhmu", ucap Adiksha . "Kenapa dengan tubuhku ? Kenapa tidak bisa kugerakan sama sekali ? Atau jangan - jangan... ini wahyu gendam !", ucap dirinya dalam hati .

Adiksha lantas mengeluarkan sebuah lontar kosong & pengrupak serta memberikannya pada Alit . "Ku perintahkan kau untuk menulis kalimat berikut dalam lontar , sesuai dengan apa yang kuucapkan", ucap Adiksha . Alit kemudian mulai menulis sesuai dengan kemauan Adiksha . Setelah hampir usai menulis, pelan - pelan Adiksha mengeluarkan kerisnya lalu... menendang punggung Alit dengan kerasnya hingga kepalanya terbentur batu karang .

         SEETTT... !  HIIIYAAAAAATTT.... !!!!!

Dan menghunuskannya tepat di dada sebelah kiri Alit .

           CRAAAATTTT... !!!

Seketika darah segar pun menyembur keluar dari dada dan mulut Putu Alit . "Tapi Mengapa ? Mengapa Adiksha sahabatku.. ? mengapa kau melakukan ini padaku ?", Alit mulai kehilangan kesadaran pandangannya mulai kabur . "Maafkan aku... Alit sahabatku , aku akan selalu mendoakanmu semoga kau tenang di alam sana" , ucap Adiksha .

~ Bersambung ~

Deskripsi Webtoon Sejarah "PUPUTAN"

Deskripsi Webtoon sejarah "PUPUTAN" 
( Genre Horor - Drama ) secara menyeluruh :

Kisah para penekun Ajian Pengleakan di pesisir pantai Sanur yang bekerjasama menjalankan misi rahasia secara diam - diam melawan tentara Belanda & melindungi Bali dari para penjajah dalam "Perang Puputan" (1843 - 1908) . Putu Anom Kresna Kepakisan adalah putra dari seorang Balian sakti yang terkenal di desa adat Tanjung Bungkak , ia sangat membenci penindasan dan kekejaman yg dilakukan oleh Belanda . Suatu ketika ia bertemu dengan seorang Bathara Karang bernama Arya Kenanga, merupakan pengawal setia dari Prabhu Brawijaya V, yang akhirnya membawanya pada dimensi sejarah leluhur Majapahit hinga bertemu kembali dengan eyang Sabdo Palon & Naya Genggong yang akan memberinya petuah serta ramalan kemerdekaan bagi Nusantara ( Indonesia ) .


Membahas sejarah "Puputan" & "Majapahit" dari sudut pandang lain , dan tentunya diambil dari sumber sejarah aslinya yang sudah dipadukan dengan imajinasi komikus .