Senin, 16 Juli 2018

Prolog PUPUTAN



Terlukis kisah sejarah Perang Puputan🎶
Seorang raja yang anti Belanda🎶
Ini terjadi di tanah Pulau Dewata🎶
Demi martabat dan bela negara 🎵🎶

Dari sini-lah awal mula sejarah tersebut dimulai....



                         "PUPUTAN"
            Story & Art by Putu Yulia Ag
.


.

Setelah perang Puputan Kusamba berakhir . Daerah kusamba, Klungkung berhasil ditaklukan oleh Belanda .  Kini para penjajah tersebut semakin sewenang - wenang melakukan penindasan dan pemerasan terhadap rakyat Klungkung .

Latar menunjukan Puri Denpasar / Kerajaan Badung, pada tahun 1893 ,

"Tadi pagi aku menerima surat dari utusan kerajaan klungkung, mereka memohon bantuan serta kiriman senjata dari kerajaan Badung,  sebab keris dan tombak saja tidak cukup ampuh untuk melawan Belanda . Jadi , sekarang ku tugaskan kalian berdua, pengawal setia-ku yang paling sakti untuk melucuti secara diam - diam persenjataan Belanda yang bermarkas di ***********
" , ucap Gusti Ngurah Pemecutan .

"Baiklah gusti prabhu , akan kami laksanakan sebaik mungkin", jawab kedua pengawal ( Wayan Adiksha & Putu Alit ) . Mereka berdua pun berangkat dengan mengubah wujud mereka seperti Endihan ( bola api terbang ) hingga sampailah ke tempat yang dimaksud .

Para penjajah Belanda sedang berjaga dan berlalu-lalang diluar markas sambil menenteng senapan anginnya .

"Biarkan aku saja yang memulai lebih dulu menggunakan ajian sesirep-ku", ucap Adiksha yang kemudian berubah wujud menjadi leak Rangda . Sedang Alit berubah menjadi leak Garuda Anglayang , perlahan Alit membekap salah satu penjaga Belanda dan langsung menusukan kerisnya . Lalu Rangda dengan kain saput ditangannya, ia lantas membacakan mantra untuk menyihir pasukan Belanda yang sedang berada di luar markas hingga satu persatu diantara mereka mulai mengantuk dan tertidur pulas . Mereka langsung membabat abis pasukan Belanda yang sedang mengantuk . Sang Garuda menancapkan kerisnya , lalu sang Rangda dengan kuku jarinya yang panjang menusuk para pasukan Belanda hingga isi perutnya berceceran keluar .

DORRR... !  DORRRR... !! DORRRR... !! , salah satu tentara menembakan senapannya .  Cusssss... ! Secara mengejutkan salah satu peluru menuju ke arah Alit dan melukai lengan sebelah kirinya . Belanda trus melontarkan tembakan hinggal Adiksha berhasil menangkap peluru yang ditembakan lalu menyentilkan balik peluru itu hingga tentara itu tertembak di dahinya .

"Adiksha , kurasa kita harus cepat membereskan semua ini sebelum mereka memanggil bantuan", ujar Alit . Dengan cepat mereka memunguti senjata - senjata milik tentara Belanda dan memasukannya kedalam karung . 

Di tengah perjalanan pulang , Adiksha menyentuh bahu Alit dengan sedikit menyentak dengan tangan kanannya . Seketika itu Alit langsung terdiam tidak berkutik sama sekali . "Sekarang kau harus ikuti semua perintahku ,  semakin kau melawan akan semakin terasa berat tubuhmu", ucap Adiksha . "Kenapa dengan tubuhku ? Kenapa tidak bisa kugerakan sama sekali ? Atau jangan - jangan... ini wahyu gendam !", ucap dirinya dalam hati .

Adiksha lantas mengeluarkan sebuah lontar kosong & pengrupak serta memberikannya pada Alit . "Ku perintahkan kau untuk menulis kalimat berikut dalam lontar , sesuai dengan apa yang kuucapkan", ucap Adiksha . Alit kemudian mulai menulis sesuai dengan kemauan Adiksha . Setelah hampir usai menulis, pelan - pelan Adiksha mengeluarkan kerisnya lalu... menendang punggung Alit dengan kerasnya hingga kepalanya terbentur batu karang .

         SEETTT... !  HIIIYAAAAAATTT.... !!!!!

Dan menghunuskannya tepat di dada sebelah kiri Alit .

           CRAAAATTTT... !!!

Seketika darah segar pun menyembur keluar dari dada dan mulut Putu Alit . "Tapi Mengapa ? Mengapa Adiksha sahabatku.. ? mengapa kau melakukan ini padaku ?", Alit mulai kehilangan kesadaran pandangannya mulai kabur . "Maafkan aku... Alit sahabatku , aku akan selalu mendoakanmu semoga kau tenang di alam sana" , ucap Adiksha .

~ Bersambung ~

Deskripsi Webtoon Sejarah "PUPUTAN"

Deskripsi Webtoon sejarah "PUPUTAN" 
( Genre Horor - Drama ) secara menyeluruh :

Kisah para penekun Ajian Pengleakan di pesisir pantai Sanur yang bekerjasama menjalankan misi rahasia secara diam - diam melawan tentara Belanda & melindungi Bali dari para penjajah dalam "Perang Puputan" (1843 - 1908) . Putu Anom Kresna Kepakisan adalah putra dari seorang Balian sakti yang terkenal di desa adat Tanjung Bungkak , ia sangat membenci penindasan dan kekejaman yg dilakukan oleh Belanda . Suatu ketika ia bertemu dengan seorang Bathara Karang bernama Arya Kenanga, merupakan pengawal setia dari Prabhu Brawijaya V, yang akhirnya membawanya pada dimensi sejarah leluhur Majapahit hinga bertemu kembali dengan eyang Sabdo Palon & Naya Genggong yang akan memberinya petuah serta ramalan kemerdekaan bagi Nusantara ( Indonesia ) .


Membahas sejarah "Puputan" & "Majapahit" dari sudut pandang lain , dan tentunya diambil dari sumber sejarah aslinya yang sudah dipadukan dengan imajinasi komikus .



Minggu, 17 Desember 2017

Ketika Manusia Jauh Lebih 'Setan' daripada Setan

Tema      :  Willem di zaman sekarang
Genre     :  Indonesian History, Horor klasik

Tokoh - tokoh cerita

1) Willem Van Heutsz
2) Della Ananda
3) Arabella Brouwestijn
4) Danu Mursjid
5) Bertolf Woesthoff
6) dua Kunti
7) Tn. Evan sang Arsitek
8) Koesno alias Soekarno Kecil
9) Tn. Wicaksana si Sejarawan/Penulis




Di sebuah Benteng Martapura peninggalan Belanda di Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Tak jauh dari sana, terdapat sebuah rumah tua tak berpenghuni bergaya arsitektur Belanda berdiri megah di tanah dayak . Konon kata penduduk setempat, rumah tersebut terkenal karena keangkerannya .

Pagi Harinya, Ruang kantor tampak begitu sibuk, pegawai berlalu-lalang dengan segala aktifitasnya .

"Bagaimana dengan rencana pembangunan perluasan taman kota 2018 sebagai tempat rekreasi dan penghijauan untuk warga Martapura ?, tapi... sayangnya lahan milik pemerintah tidak mencukupi.... heumm", ucap pak bendaraha . "Ya... kita butuh lahan yang luas buat pembangunan..  tenang saja, semua sudah saya atur . Proyek akan dilaksanakan minggu depan ", ujar pak walikota .

Setelah seminggu kemudian , mesin - mesin dan alat-alat berat dikerahkan ke suatu tempat.....  Hantu cilik bernama Arabella menari-nari mengikuti gerak kupu-kupu di sekitar rumah tua tersebut . Tak berselang lama, terdengar suara gemuruh dari alat berat yang sepertinya hendak mengarah menuju rumah tua itu . Arabella sangat penasaran, apa yang sebenarnya terjadi ? dan Kemudian mengikuti mereka . Dalam perjalanan, alat berat tersebut mulai menghancurkan bangunan bobrok disekelilingnya . "Hei... yang disana juga dong, robohkan !. Kerja itu yang bener !", teriak sang arsitek ."ba-baik bos", jawab para buruh. Arabella terlihat kesal dengan kelakuan orang-orang tersebut lalu berlari ke arah semak -semak dan seketika menghilang tiba - tiba .

Hingga malam hari, alat-alat berat itu masih saja bekerja tak mengenal waktu demi mengejar targetnya . "Bos... apa rumah tua yang itu juga harus kita robohkan ??", tanya si buruh . Pak arsitek terdiam sejenak....... Beberapa saat kemudian Salah satu buruh refleks sambil menunjuk ke arah rumah tua Belanda yang megah tersebut . "Eh... kawan-kawan lekas kemari.. Sssssttttt.. itu apa sih ??, ", ucap buruh bernama pak Dani .

Beberapa buruh terlihat mengucek-ngucekan mata seolah mereka tak percaya . Terlihat penampakan sosok putih menyerupai hantu seorang bocah Belanda berdasi merah kupu-kupu , tepatnya berdiri di atas teras lantai dua rumah tua tersebut . Dan hantu itu bernama Willem Van Heutsz . Willem melawan dengan menatap tajam kearah para buruh itu, sambil menggerakan tangan kanannya menunjuk mereka dengan memberi isyarat untuk segera pergi meninggalkan tempat ini . Seketika hujan lebat pun turun membasahi tempat proyek tersebut . "Ayo.... kawan-kawan, lekas menjauh dari tempat ini ! , proyek kita lanjutkan besok pagi !", teriak sang arsitek .

Latar menunjukan malam hari di rumah sang arsitek bernama tuan Evan . Sambil berjalan mondar-mandir dengan HandPhone ditelinganya sepertinya ia terlihat gelisah .

              TUUUUUUTTTTT...


             TUUUUTTTTTTT.....


       TUUUUTTT..... Hallo selamat malam ? .


Selamat malam pak Walikota, mengenai proyeknya.. ada sedikit kendala, apa bisa besok menyewa Paranormal untuk menangkap dan mengusir makhluk halus yang menghuni bangunan-bangunan tua tersebut ? . Iya... silakan , besok saya suruh 5 orang kesana untuk membereskannya .

   
        KRSSSSSTTT..... CRKRKKK...


                CRRRRKKKKK......


                      PYAAAAANGGGG... !!!


Terdengar suara guci yang pecah dibalik kamar tidur , "Hebzuchtige man !!" (Manusia serakah !!), teriak Willem dengan penuh amarah . Arabella berlari keluar dari kamar Willem sambil merasa ketakutan menuju dua kunti yang sedang membereskan rumah di lantai dasar . "Bella... ada apa ?, kak Willem marah lagi ya ?", ucap kunti . "Besok rumah kita mau diserbu dan diratakan dengan tanah kak.... ! mari kita ganggu manusia-manusia yang tidak tau diri itu, uhhh.. Bella gak suka diusik :(", ujarnya . Dari arah belakang , bang Danu dan tuan Bertolf datang sambil membawa senjatanya dan membuat persiapan perang melawan kaum manusia .

Keesokan paginya , setelah selesai melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari pahlawan di sekolahnya.... Della.. si gadis SMA sekaligus bocah indigo terlihat duduk termenung di sekitar bangku taman sekolah . "Eh... alvin, (sambil menepuk pundak) tau gak ? Pak walikota mau memperluas taman kota dan membangun arena skateboard untuk kita, lho", ucap bocah bernama Ronnie . "Wahhh... keknya seru juga tuh, semoga cepet jadi yah, hehee", jawabnya . Kedua bocah tersebut lantas pergi meninggalkan lokasi. Della tak sengaja mendengar percakapan mereka . "Hah... ??? Proyek perluasan taman kota ? , ", ucapnya dalam hati.

Dalam perjalanan menuju rumahnya, Della simpang sebentar menuju taman kota untuk melihat proyek tersebut .

Setibanya disana , ia melihat hampir sebagian bangunan tua peninggalan zaman Belanda tersebut tampak porak poranda . Tiba-tiba salah seseorang berteriak......

       AWAAASSSS...... !


                       DI ATAS MUUU........ !!!




                BLAAARRRRRRRRRR...!!!



Seketika semua pandangan mata terfokus kesana , terlihat 3 orang buruh tertimpa reruntuhan bangunan . Sebagian buruh berlari kesana kemari mencari bantuan medis sedang sebagiannya lagi menolong ketiga buruh yang tertimpa reruntuhan . Tak disangka Tower Crane yang dikendalikan oleh seorang buruh tiba-tiba bergerak sendiri.... sekali lagi alat tersebut menjatuhkan material sak-sak semen dari atas hingga menimpa para buruh yang sedang menolong ketiga rekan kerjanya .

Della sangat terkejut mendapati kejadian tersebut ."ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi ?", ucapnya dalam hati . Dari kejauhan lantas ia melihat makhluk halus berkeliaran , dan sepertinya ia mengenali mereka yang sedang bermain-main dengan alat pengendali Tower Crane .

"Hihihiiii... kak kunti, asik juga yah kayak mainan mobil remot kontrol... habisnya, mereka serakah , bella gak suka lihatnya", ucap arabella . Kedua kunti tertawa sambil menyengir .

Di balik gedung yang hendak dirobohkan tersebut , tiba-tiba muncul truk Loader yang berjalan sendiri menuju perkumpulan para buruh yang sedang panik... seketika mereka lari terbirit-birit . "Mustahil...! mesin-mesin itu bisa bergerak sendiri, lekas panggil bantuan kepolisian dan medis !", teriak tuan Evan .

"Heumm... menarik... ", ucap si hantu Willem sambil mengendalikan truk Loader , menggaruk tanah hingga membentuk sebuah tulisan .


 "TUAN RUMAH TIDAK AKAN BERUNDING DENGAN MALING YANG MENJARAH RUMAHNYA".


Della memperhatikan sejenak truk Loader tersebut dan tak berselang lama, akhirnya semua mesin pun berhenti . "Kata-kata itu bukannya..... dari Tan Malaka ya.. ?.... eh ?", ucap Della dalam hati . Willem masih duduk di atas truk loader sambil tersenyum sinis menatap ke arah Della, dan semakin lama wujud mereka pun semakin memudar.

Tepat pukul 7 malam , berbekal tas kecil, alat perekam suara dan lampu senter dari rumahnya, Della menggayuh sepeda menuju Rumah Tua bergaya Belanda tersebut yang jaraknya sekitar 1 Km seorang diri . Entah apa yang dipikirkan oleh gadis Indigo berusia 16 tahun itu hingga memberanikan diri pergi kesana .

Dalam benaknya....... Sudah hampir setahun lamanya aku tidak lagi mengunjungi rumah tua itu, kira-kira bagaimana dengan Arabella ya ?. Ku yakin dua kunti, bang danu dan paman Bertolf masih berputar-putar di kehidupan dimensi masa lampau . Heumm.. iya juga ya.. apa mungkin Willem masih sama seperti dulu ? .

Setibanya di rumah tua, Della lantas memarkirkan sepedanya di dekat pagar rumah .Cukup gelap dan mengerikan sekali rumah ini, tak heran penduduk setempat juga mencap angker rumah tersebut . Dengan senter dan alat perekam suara dalam kondisi menyala, ia letakan di dalam kantongnya, bersiap membuka pintu rumah serta cahaya senter yang mulai menyorot semua benda yang ada disekelilingnya .

Ya.. tepat sekali... tak ada apapun disana . Kecuali........... ada sesuatu yang mengusik di telinga Della . Semakin masuk ke dalam, semakin panas hawa yang ia rasakan . Hihihihiiii..............

Terdengar suara tawa dari seorang nenek tua membawa obor, hendak turun ke bawah, dari atas tangga lantai dua berjalan perlahan dengan sedikit terpincang-pincang ."Siapa disana..... !?", ucapnya .

"A... aku Della... ma.. maaf mengganggu", jawab Della dengan tangan yang agak gemetar .


                                       Hussssssssttt.....


                        Husssssstttt....


                Husssssttttt........


Angin bertiup mengusik ditelinga . "Bella... jangan nakal gitu ah... ", ucap Kunti .Tiba-tiba lampu-lampu di rumah itu menyala semua . Terlihat Arabella tengah berdiri di atas meja sambil meniup-niup telinga Della . "Yeeeyyyy... kak Della dateng lagi, Yuhuuuuu... asikkkk.. tapi kok........ kenapa baru sekarang ?, Bella sedih tak ada kawan, kangen banget ama Kak Della", ucap Arabella sambil merengek-rengek ke Della . "Wahhh... iya nih.. yuk naik ke atas, Kita ngobrol-ngobrol dulu, nak Della tumben dateng kemari malem-malem begini", ujar Bang Danu .

Latar menunjukan di sebuah teras lantai dua , mereka semua tengah duduk sambil berbincang-bincang, hingga tak sadar hampir se-jam sudah lamanya Della disana . Kemudian dari kamar sebelah, dengan tampang dingin.... Willem datang lalu mendekat ke arah mereka . "Hei... Bocah Inlander... ! untuk apa kau kemari lagi...  Bukankah sudah kuperingatkan kau untuk jangan lagi menginjakan kaki di rumah ini !!!", teriak Willem .


        BRAAAAKKKKKKKK... !!!!


               TAPPP.. !!
 
                          TAPPP.. !!
   
                                     TAAPPP.. !!!


Lampu rumah seketika kembali padam dan gelap gulita . "Lekas... periksa bagian sana... aku dan tuan Rudy akan periksa bagian atas", ucap tuan Suryo sambil membawa keris dan menyuarakan mantra suci .

Sejak kejadian kecelakaan kemaren yang hampir mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, 5 orang Paranormal lantas dikerahkan untuk menangkap makhluk halus penghuni Rumah tua Belanda tersebut . Bang Danu bergegas turun untuk memeriksa keadaan di bawah, namun naas.. begitu ia sampai di ujung tangga.. roh-nya langsung ditarik masuk ke dalam botol yang sudah dibacakan mantra sebelumnya .

"Seru cuy.... Berhasil... baru dapet 1 nih hantunya, pokoke... mancing hantu mania... mantap ! , Hueheheee...", ujar tuan Rudy . Kawan-kawan paranormalnya yang lain segera menyusul untuk memberantas habis hantu-hantu di rumah itu . Della lantas bersembunyi di balik Guci besar di salah 1 ruangan, sambil menyaksikan .


      BRUKKKK... !

             BRAAAKKKK... !!

                        BRAAKKKKKK.... !!!!



                   PYAANGGGGG.... !!!.


"Hei... Setan sialan... mana..  tunjukan wajahmu !, sini lawan saya ! , atau saya basmi kalian beserta semua yang ada di rumah ini !... Huahahahaaaa... ", teriak tuan Kasim . Willem mulai murka mendengar pernyataan tersebut... dengan sigap ia lantas memerintahkan pasukan hantunya untuk melawan 5 orang paranormal itu . Namun sayang.... kekuatan mereka tak mampu menyaingi kekuatan paranormal itu, roh-roh mereka dengan mudahnya berhasil ditaklukan dan dimasukan ke dalam Botol .

Arabella berlari sekencang-kencangnya menuju ke arah Willem . "Kak will..... !!! Huaaaaa... tolong kak... haaaaa.... tolong Bella kakkk.... huaaaaa.... !!!", teriak Arabella yang secara perlahan rohnya ditarik untuk masuk ke dalam botol . Dua kunti dan paman Bertolf pun akhirnya berhasil ditaklukan . Willem mulai panik, dan tak tahu harus berbuat apalagi, semua pasukannya dibabat habis oleh paranormal itu dalam waktu sekejap . Ia lantas memutuskan untuk kabur sementara waktu dan memikirkan cara untuk mengembalikan keluarga beserta kawan-kawan hantunya .

"Ini nih... hasil buruan hantu-nya lumayan banyak juga yah, huahahahaaa.. pokoknya besok proyek berjalan aman dan lancar deh... ", ucap tuan Suryo . "Jangan lupa tuh, bayarannya nanti kita bagi-bagi rata, minta yang flus-flus ama tuan Evan dan pemerintah kota", ujar tuan ferdinan .

Waktu menunjukan pukul 9 malam, sambil berdiri di atas teras lantai dua rumah tua itu, hantu bocah belanda menatap 5 orang paranormal yang hendak berjalan pulang itu dengan penuh dendam dan tangan yang mengepal erat . Della keluar dari persembunyiannya, sambil menghela nafas, terlihat Willem tengah berdiri membelakanginya  . "Sudah puas kau sekarang ?", ucap Willem . "Mak.. maksud kau ?", tanya Della yang bingung dengan semua yang terjadi barusan . "Dasar... Kura-kura dalam perahu... cih... ! ", ucap Willem yang kemudian sosoknya tiba-tiba menghilang dan muncul seketika di belakang Della sambil menodongkan Softgun-nya ke pelipis gadis remaja itu . "Su.. Sumpah... demi tuhan, a.. aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tolong... jangan bunuh aku... a-aku belum mau mati", ucap Della dengan terbata-bata serta penuh ketakutan .

"BOHONG !!! Kau pasti bagian dari mereka juga... iya kan !?, dan roh-roh keluarga-ku harus diganti dengan nyawamu....... dan juga nyawa paranormal itu !", teriak Willem yang semakin erat menodongkan Softgunnya.

"Kumohon jangan bunuh aku... aku tidak tahu apa-apa soal itu.... apa yang bisa kulakukan agar kau bisa mempercayai-ku ?", jawab Della . Willem terdiam sejenak, berusaha menenangkan pikiran yang sedang dilanda amarah . Sekarang, hanya ada dirinya dan gadis itu saja di dalam rumah tersebut . Kalau dipikir-pikir, hanya ada gadis itu saja yang bisa membantunya menyelamatkan keluarga dan kawan-kawannya yang sedang disekap dalam botol.

"Syaratnya cuma 1.... , pinjamkan Raga-mu untuk ku... setuju ?", tanya Willem sambil tersenyum . "Hah...??? , pinjam Raga ? ... maksudnya.. roh-mu masuk ke tubuh ku, terus aku kesurupan gak sadar gitu ? , idihhhh.. amit-amit dikendalikan setan macam kau", jawab Della yang tampak keringat dingin bercucuran membasahi tubuhnya .

"Apakah itu artinya kau tidak setuju ?", ujar Willem dengan seringai liciknya bersiap hendak menarik pelatuk Softgunnya . "Bu.. bukan... eh.. mak.. maksudku.. aku setuju dengan mu.. i-iya.. aku setuju", jawab Della dengan blakblakan .

Willem lantas berpaling, berjalan menuju ke lantai bawah sambil menggerakan kedua jarinya (telunjuk & jari tengah) memberi kode pada gadis itu agar segera mengikutinya . Sesampainya di bawah, bocah belanda itu menggeser salah satu pajangan di dinding hingga secara ajaib membuat tangga tersebut bergeser dan membuka celah rahasia ke ruang bawah tanah  .

"Wahhhh... sungguh rumah yang antik sekali, saklar lampu pun bisa otomatis menyala..", ujar Della . Ini terlihat seperti perpustakaan pribadi dengan berbagai koleksi tumpukan buku dan naskah kuno beserta foto-foto pada setiap dindingnya . Satu hal yang menarik perhatian Della... kenapa bisa ada pajangan foto Bung Karno disini ? Bukankah orang-orang Belanda memusuhi beliau ?, gadis itu cukup heran belum lagi ketika ia mendapati sebuah tulisan di dinding, bertuliskan, "Soekarno dan Tat Twam Asi".

"Jadi... maksudnya apa kau mengajakku kemari ? , Bukannya kau bisa melayang, menembus tembok dan sebagainya ?, buat apa lagi meminjam Raga ? , trus.. itu foto-foto Bung Karno juga maksudnya apa ?", tanya Della . Willem menghela nafas sejenak ."Silakan duduk...... Kau pikir jadi hantu itu enak, haa ?? . Kalau dari dulu aku bisa gentayangan sendiri, gak bakal aku minta bantuanmu", jawab Willem .

"Aku pun juga berhutang budi dengan adikmu Arabella yang pernah menyelamatkanku waktu itu, kalau boleh ku tahu... kau dulu meninggal karena apa ? , Sama jawab dulu pertanyaanku yang tadi", tanya Della .

Willem lantas menceritakannya pada Della lalu mulai membayangkan dirinya di masa lampau sebelum akhirnya mati terbunuh .

Pada pertengahan tahun 1907, Ketika Willem berusia 6 tahun dan masuk sekolah dasar yang didirikan oleh Belanda di Ongkoloro, Mojokerto . Yang boleh bersekolah disana adalah orang-orang Belanda dan keturunan Bangsawan pribumi . Tepat memasuki awal semester kedua . "Baik anak-anak semua, sekarang ada murid baru yang akan gabung disini", ucap pak guru sambil memperkenalkannya . Dia-lah Koesno (nama kecil Soekarno) anak keturunan Bangsawan Jawa-Bali, yang kemudian duduk di bangku paling depan . "Welehh.. bocah Inlander lagi rupanya..... membosankan", ucap Willem dalam hati .

Hari demi hari mereka jalani persahabatan di sekolah, gak peduli Pribumi atau Belanda , bagi Soekarno dan pribumi lainnya, diteriaki bocah Inlander adalah sebuah hinaan yang harus ia hadapi selama bersekolah disana . Hingga suatu hari.... ketika usia mereka semua 8 tahun, tepat pada saat jam istirahat.... Soekarno kecil asik menikmati alam dan memberi makan burung yang hinggap di sekitar lapangan sekolah . Kemudian Willem datang menghampiri , dengan ketapelnya,  ia lalu menembaki burung-burung tersebut . Sungguh Soekarno hanya mengelus dada melihat kelakuannya .

Sepulang sekolah, ketika Willem dan Soekarno hendak pulang ke rumah dan kebetulan jalan pulang mereka searah, seekor anjing berbulu putih sedang tertidur pulas tampak menghalangi jalan . Tanpa pikir panjang, Will lantas melempari anjing tersebut dengan batu berkali-kali untuk mengusirnya, namun sayang bukannya pergi malah anjing tersebut membalas balik dengan menggigit kaki-nya dan setelah itu langsung kabur .

"Gimana toh ? . Wong Anjing gak ngapa-ngapain, kau malah lempari batu", ujar Soekarno sambil menyengir . "Diam kau koesno , .... dasar Anjing Setan... sialan !, kalo sampe ketemu nanti.. tampaknya harus diberi pelajaran tuh Anjing Setan !", teriak Willem . "Yang Setan itu sebenernya siapa sih ? , manusianya atau anjingnya ? Hahahaaa... ", ucap Soekarno sambil tertawa geli membantu membersihkan lukanya .

2 tahun kemudian , disaat Willem berkunjung ke rumah Soekarno untuk membuat tugas sekolah . Didapatinya Anjing berbulu putih tersebut sedang makan daging di halaman rumahnya . Ia lantas teringat kembali . "Eh..  bukannya itu Anjing Setan yang waktu itu gigit aku ya ? , mau ku tembak mati dengan Softgun ku sekarang juga", ucap Willem .

Soekarno lalu menghalanginya, dan menyuruhnya untuk duduk sambil minum teh hangat . "Hei koesno kawanku... kau lihat kemampuan menembakku setelah kita selesai minum teh yaaa , ayahku sudah mengajariku sejak usiaku masih 8 tahun... kau pasti bakal takjub melihatnya heheee", ucap Willem . "Oooo... ayahku cuma mengajariku tentang Tat twam asi, hanya hal-hal kecil ", jawab Soekarno .

"Apa itu Tat twam asi ? Apa hebatnya belajar gituan ?", tanya Willem heran .

"Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku... kau baik, aku baik . Kau jahat, aku jahat . Kau hina , aku hina, seberapa besar kau bereaksi, sebesar itu pula reaksi-ku padamu, begitu seterusnya tanpa ada akhir. Contohnya yah kasusmu tadi Will..., Anjing yang kau hujat sebagai Anjing Setan... lebih rendah derajatnya dari manusia . Anjing/Setan yang gak ngapa-ngapain , karena situ manusianya saja yang terlalu takut ama Anjing/Setan, akhirnya mereka dilempari batu kek, di usir-usir kek dsb . Coba posisikan dirimu sebagai mereka, kalau mereka diusir kemana lagi mereka kan tinggal ?, untuk apa Tuhan ciptakan mereka ? , wajarlah jika mereka menyerang balik/marah . Karena sujatinya manusia lah yang jauh lebih setan daripada setan (Ego) dalam artian sifat mereka . Coba seandainya manusianya bisa menghargai anjing itu, memelihara, merawat dan memberi makan mereka , Pastilah mereka kan membalas budi dengan patuh dan menjaga manusia sebagai majikan mereka, bukan begitu ? ", Jawab Soekarno .

Yeah.. Masuk akal, dunia itu selalu berputar... seraya hantu Willem duduk di sudut ruangan sambil memainkan piano melantunkan lagu klasik Chopin Nocturn Op no. 9 . Lucu yah dulu ketika ku seorang manusia, kaum manusia takut akan keberadaan setan, jin, hantu, makhluk halus dsb . Dengan dalih agama dan kitab suci mereka memerangi para setan, hantu, dan makhluk halus . Manusia-manusia sok suci yang selalu mencap setan sebagai pengganggu dan penyebab dari setiap masalah . Agama yang menjadi pedoman mereka agar terhindar dari dosa namun Faktanya, sudah berapa banyak dosa yang mereka perbuat atas nama agama ? . Entah-lah... manusia-manusia serakah, mengusir setan atas nama agama lalu merusak alam, mengganti tanah dengan beton, membangun sesuatu hanya untuk kepentingan golongan mereka seorang .

"Jadi... Itu alasan kenapa setan mengganggu manusia ?, karena manusianya yang serakah terhadap alam ? , masuk akal juga sih.... eh, setan agnoistik.... lagu mu enak juga tuh didenger.. hehee", ujar Della .

Willem menyengir ,"Setan agnoistik ? ,ya... terserah kau saja lah.... ".

Pada tanggal 23 Mei 1912, Ketika mereka tamat sekolah dasar di Ongkoloro, Mojokerto . Willem pun memutuskan untuk pergi bersama ayahnya dan tinggal di tanah dayak tepatnya pulau kalimantan untuk melanjutkan sekolah akademi militernya disana . Sementara, Soekarno sendiri indekos di rumah H.O.S Tjokroaminoto (politisi pendiri Syarikat Islam), dan melanjutkannya ke HBS (Hogere Burger School) .

Di sekolah akademi militer ini, Willem-lah satu-satunya peserta yang sebenarnya paling muda disana . Walau awalnya ditolak masuk karena belum cukup umur, karena berkat ayahnya juga seorang pejabat Belanda yang memiliki peran penting, akhirnya Willem diijinkan bersekolah disana .

Bisa dibilang, Willem adalah anak Jenius yang berbakat dibidang menembak, tembakkannya selalu tepat sasaran , tak pernah sekalipun meleset . Hingga karena kejeniusan itu pula-lah akhirnya ia diangkat menjadi komandan pasukan . Semua kawan-kawan di timnya yang jauh lebih tua darinya, selalu memuji kehebatannya .

Tak terasa , 4 tahun sudah lamanya Willem menjalani latihan militer . Tepat usianya sekarang sudah mencapai 15 tahun . Latar menunjukan di sebuah kantor tentara militer Belanda berdomisili di Banjar, Kalimantan selatan . Ayah Willem datang memasuki ruangan dan membuat perjanjian serta mendaftarkan Willem untuk ikut turun ke Medan perang dengan tujuan, agar anaknya memiliki pengalaman realistis bagaimana rasanya ketika bertempur di medan perang melawan tentara Indonesia secara langsung .


      Akhirnya seminggu kemudian.....


Tepatnya pada tanggal 5 Nopember 1916, merupakan Hari pertama, Willem terjun ke medan perang sekaligus menjadi komandan pasukan yang memimpin batalion III , bersama tim-nya , mereka semua bergerak ke arah barat sambil menyiapkan perlengkapan perang dan mendirikan pos pertahanan disana . Serangan mereka lancarkan pada waktu sore menjelang malam, dengan target utamanya menyerang instansi penting pemerintahan, rakyat sipil, dan rakyat-rakyat biasa yang mencoba melindungi rakyat sipil .

Tepat hari kedua pada waktu siang hari, kaum pribumi dan tentara Indonesia melancarkan serangan balik kepada pasukan dan pos pertahanan Willem . Namun sayangnya, mereka berhasil dibabat serta dibantai habis-habisan tanpa ampun oleh pasukan-pasukan Willem bak pembunuh berdarah dingin . Hingga pada malam harinya, tepat pukul 12 malam, dari kejauhan terdengar suara.........


      Kuluk.. kulukk.. kulukkk.. kulukk...

              Kulukk.. kulukk... kulukkkk.. kulukk.. kulukk.. kulukkk.. kuluk.. kulukkk..

                   Kulukk.. kulukk.. kulukk...


Ketika mereka semua masih tertidur pulas di dalam tenda pos-pos pertahanan . Willem yang pendengarannya cukup peka tersebut kemudian terbangun sendiri, dengan masih menggunakan kemeja putih berdasi kupu-kupu... sontak saja, Ia lantas mencari tahu darimana asal suara tersebut dan kemudian berjalan mengikutinya... hingga sampai pada daerah-daerah persawahan yang letaknya ternyata tidak jauh dari rumah tempat Ia tinggal . Will lantas terdiam sejenak, sepertinya ada sesuatu yang sejak tadi selalu mengikutinya dari belakang . Dan ketika Ia hendak menoleh kebelakang.....................


           Sraaakkkkkk...... !

                      CRAASSSSSHHHHH.... !!!


Seketika darah merah mengucur deras, mengalir membasahi pakaiannya , rupanya Mandau Terbang khas suku dayak itu telah menebas lehernya , dan memisahkan antara kepala dengan tubuhnya . Serangan balik lantas dilancarkan kembali oleh masyarakat dayak terhadap pasukan tentara Belanda yang masih tertidur pulas secara membabi buta .

"Sungguh sejarah yang mengerikan, jadi luka di leher mu itu... kau meninggal gara-gara ditebas Mandau terbang ?. Jelas Hukuman yang setimpal buat penjajah", ucap Della .

"Lebih baik membunuh daripada dibunuh, aku begini demi membela kejayaan bangsa-ku Belanda , kau pun juga sama, dan apa yang kau ketahui soal sejarah ?, sedang kau sendiri saja belum lahir di masa itu ", jawab Willem .

Della lalu melihat koleksi-koleksi buku dan naskah kuno yang dipajang di rak, rata-rata naskah-naskah dan beberapa buku yang Ia baca, tertulis nama seseorang di bagian bawahnya "Tn. Surya Wicaksana" dan sepertinya itu adalah nama dari si penulisnya . Selain itu buku-buku soal Soekarnoisme dan sejarah juga banyak . Beberapa judul buku atau naskah-naskahnya antara lain , menolak bungkam kebobrokan orba , stop ! Pembungkaman pers , dibawah bendera revolusi, Indonesia menggugat, fitnah keji sang penguasa orba dsb .

"Ternyata kau seorang penggemar sejarah Indonesia juga yah ?, sampe-sampe mengoleksi banyak buku sejarah begini", tanya Della . "Bukan aku.... melainkan Buronan Eks-Tapol Orba si Penulis gila tuan Wicaksana, yang dulu sempat bersembunyi seorang diri di dalam rumah ini selama 1 tahun lebih untuk menulis buku-buku kontroversial yang isinya mengkritik pemerintahan Orba sebelum akhirnya dipenjara dan diasingkan ke Pulau Buru", jawab Willem .

Seraya Willem berjalan menuju salah 1 rak buku dan mengambil sebuah buku berjudul "Aku dalam Catatan Hitam Sejarah Orba" , penulis Tn. Surya Wicaksana . Della hanya bisa menggelengkan kepala saja, secara yang ia ketahui soal sejarah hanya sebatas ruang lingkup sejarah nasional kerajaan-kerajaan di Indonesia dan tahu sedikit zaman penjajahan Jepang hingga Belanda .

Tuan Surya Wicaksana, yang dulu pernah berprofesi sebagai guru Sejarah, mengajar di salah satu SMA yang ada di Jawa Timur . Sejak awal tahun 1976, selain sebagai guru, di usianya yang relatif muda 22 tahun , dia juga seorang penulis kritis khususnya mengkritik soal pendidikan, buku-buku sejarah hasil manipulasi Orba, dan pembungkaman-pembungkaman yang dilakukan oleh pemerintah, ia tuangkan melalui artikel yang ditulisnya kemudian dipublikasikan ke media masa . Awalnya tulisan-nya memang selalu dipandang sebelah mata , namun lambat laun, akhirnya banyak orang yang kemudian mulai sadar/open mind, dan mulai mendapat respon positif dari masyarakat .

Hingga akhirnya, pada akhir tahun 1977, karirnya sebagai penulis mulai melejit, ketika Ia mendapat undangan dari kantor berita majalah Tempo untuk diangkat menjadi seorang penulis tetap majalah tersebut . Melalui tulisan-tulisannya, Ia menyuarakan kritikan keras disertai dengan satire kepada pemerintah setiap bulan dalam terbitan edisi Majalah Tempo "Menolakbungkam Sejarah" . Tak hanya itu, dengan gilanya ia berani menulis hingga menerbitkan buku secara sembunyi-sembunyi berjudul "Dosa besar dan Alibi Soeharto" .

Buku-buku sejarah yang telah dimanipulasi Orba untuk kepentingan pemerintah, kemudian diedarkan ke sekolah-sekolah di era tahun 70-an hingga 80-an, itu pula yang melatarbelakangi tuan Wicaksana untuk mengkritik pemerintah, termasuk doktrinan soal pembodohan sejarah palsu mereka .

Berkat ulahnya itu pula , karya tulisnya yang dipublikasikan oleh majalah Tempo sering dibredel pemerintah . Dan dari pihak-pihak pemerintah yang mulai menyadari ancaman serius dari kritikannya . Pihak Pemerintah tanpa bukti yang kuat lantas langsung menuding tuan Wicaksana sebagai anggota LEKRA (underbow PKI) , pemerintah lantas melakukan sayembara bagi siapa saja yang mampu menangkapnya . Tuan Wicaksana kemudian merantau dan mengasingkan diri ke Kalimantan, yang disebabkan oleh fitnah besar-basaran yang dilakukan pemerintah terhadapnya .

Ya... tepat sekali, Ia menemukan, rumah tua peninggalan di masa Belanda dan tidak berpenghuni ini, lalu menjadikannya tempat tinggal dan persembunyian terbaik .

Keluarga hantu Willem sebagai penunggu rumah pun tidak merasa keberatan dengan kehadiran Wicaksana . Malah mereka merasa diuntungkan, karena semenjak ia tinggal disana, Ia pula yang telah membantu merawat dan membersihkan barang-barang di rumah ini setiap hari .

Tak hanya sampai disana, tuan Wicaksana masih terus melanjutkan perjuangannya menulis buku-buku sejarah yang berkaitan dengan Orba dan belum sempat terbit . Ruang persembunyian bawah tanah yang dulunya adalah sebuah gudang penyimpanan Wine keluarga Belanda, Ia sulap menjadi perpustakaan pribadi dan mulai mengoleksi buku-buku sejarah baik versi Indonesia maupun versi luar negeri .

Selama lebih dari 1 tahun Ia tinggal di rumah tua itu, tentunya hal-hal janggal sering Ia rasakan sendiri, seperti piano berbunyi sendiri ketika bulan purnama, lampu tiba-tiba mati, jendela menutup sendiri dsb . Tetap saja hal tersebut sedikit pun tidak membuatnya takut .

Hingga suatu ketika ada seorang penduduk yang mengenali dirinya, lantas langsung melaporkannya .

Keesokan harinya, penduduk desa dan penjaga keamanan mengepung rumah tua itu, lalu meneriaki dirinya sebagai simpatisan LEKRA-PKI . Wicaksana tidak tahu menahu apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba saja kedua tangannya dibrogol lalu dimasukan ke penjara dan diasingkan ke Pulau Buru, tanpa adanya proses pengadilan sama sekali . Itulah hebatnya Orba , mengkritik yang terlalu kritis-pun apalagi tidak sepaham dengan pemerintah terkadang bisa menjadi bumerang bagi mereka .

Della lalu mengangguk dan memperhatikan jam besar di dinding telah menunjukan pukul 11 malam . "Apa boleh kupinjam beberapa buku sejarah karangan Wicaksana ini pake ku baca di rumah ? . Aku janji... besok kan ku balikan lagi kemari", ucap Della seraya mengambil beberapa buku . "Tentu.. Silakan... ", jawab Willem singkat .

Keesokan paginya, melalui bukti rekaman percakapannya dengan si hantu Willem . Della lantas menggandakan bukti rekaman tersebut dalam bentuk kaset CD tak lupa Ia menyelipkan pesan tulisan , lalu mengirimkannya ke pihak pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat dengan proyek perluasan taman kota dengan mengorbankan serta melakukan pengrusakan bangunan bersejarah untuk efesiensi lahan pembangunan .

Tak hanya itu, Ia juga mengunjungi Badan keperpustakaan dan Kearsipan Sejarah Kalimantan . Disana ada banyak ahli dan Sejarawan yang bisa Ia mintai keterangan , sambil menunjukan buku-buku sejarah karangan tuan Wicaksana tersebut . Della lantas menceritakan secara kronologis kejadian yang Ia alami . Bagi mereka yang ada di ruangan itu, setelah mendengarkan cerita dari Della , itu merupakan suatu temuan besar bersejarah yang harus dijaga dan dirawat . Dan tentunya, para ahli dan Sejarawan mengecam keras tindakan Pemerintah Kota yang ingin mengefesiensi lahan untuk pembangunan dengan cara menghancurkan Bangunan-bangunan peninggalan di masa Belanda . Mereka lantas meneliti lebih lanjut ke tempat yang diceritakan oleh Della dan untuk soal tuan Wicaksana, mereka akan berusaha mencari informasi soal keberadaan beliau , dan kalau bisa, mereka akan mengundang beliau karena kesaksiannya juga akan mempengaruhi penelitian sejarah .

Setelah 2 hari kemudian , Pro-kontra antara pihak pemerintah dengan para sejarawan yang tidak setuju proyek perluasan taman itu , akhirnya membuat proyek harus ditunda pengerjaannya . Dan sesuai janji, mereka juga sudah mengundang tn. Wicaksana  yang sekarang ini sudah berusia 63 tahun tersebut .

Latar menunjukan di Rumah tua keluarga Willem . Telah berkumpul para peneliti, sejarawan dan kakek berkacamata bundar si tuan wicaksana . Della sangat terhormat sekali dan gak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan seorang saksi sejarah yang diceritakan oleh hantu Willem . Dengan gaya berjalan yang agak sedikit membungkuk karena sudah terlalu tua, kakek Wicaksana bercerita sedikit mengenai perjalanan hidupnya dulu sebelum akhirnya menjadi eks-tapol orba .

"Lantas apa ada bukti yang bisa membuktikan soal kebenaran statement anda itu ?, kukira itu terjadi sudah puluhan tahun silam.. pastilah kalo hanya opini saja itu tidak cukup kuat jika tanpa bukti ", ucap salah satu peneliti bernama tuan Ryan . Tak berselang lama , tuan Wicaksana menekan salah satu pajangan di dinding dan membuka jalan menuju ruang bawah tanah tepat ke sebuah perpustakaan pribadi buatannya dulu .

Para peneliti dan Sejarawan sungguh terkejut, ketika mereka mendapati banyak buku beraliran kiri serta ajaran-ajaran Bung Karno yang terlihat masih utuh dan sedikit usang karena sudah bertahun-tahun lamanya .

"Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkanlah buku-bukunya. Maka pastilah bangsa itu akan musnah", ucap tuan Wicksana sambil menatap ke arah mereka semua . Beberapa peneliti cukup heran, seberani apakah kakek Wicaksana dahulu ?

 Tak heran kenapa beliau menjadi incaran para penguasa Orba, karena ketika itu pemerintah Orba sempat memberlakukan aturan soal larangan dan pemusnahan terhadap buku-buku kiri dan ajaran-ajaran dari Soekarno (Soekarnoisme) serta sekaligus mendiskreditkan pribadi daripada Bung Karno itu sendiri .

Kakek Wicaksana kembali melanjutkan ceritanya, sambil mencari-cari bukti, dan lembar-lembar koran yang mulai berserakan . Mereka semua tampak tenang menyimak ceritanya hingga selesai .

Dan itu semua adalah Fitnah... ! , Dahulu pun ketika kakek Wicaksana menjalani hukuman di Pulau Buru, ada juga wanita-wanita yang disiksa dan ditahan yang juga seprofesi dengannya sebagai Guru . Mereka ditahan dengan tuduhan sebagai angota - anggota GERWANI (uderbouw PKI) , gara-gara film sejarah propaganda Orba yang salah satu adegannya menceritakan soal anggota-anggota GERWANI yang menyilet-nyilet wajah sang jendral lalu menari-nari di atas mayat mereka........ 

 

      KOPI ITU HITAM GENERAL... !

        TAPI TAK SEHITAM SEJARAH YANG KAU TULIS ! , teruntuk Orde Baru , teriak si hantu Willem tanpa menunjukan wujud aslinya .



Awalnya suasana yang tampak tenang tersebut, seketika berubah.. mereka semua tampak panik, darimana suara itu berasal ? . "Ssssssstttttt... harap tenang , dan saya pun masih ingat, soal keberadaan makhluk tak kasat mata penghuni rumah ini, asal kita baik pada mereka, mereka juga tidak akan menyakiti kita ", ucap Kakek Wicaksana . Della melihat Willem yang tengah menyengir menatap sang kakek, seraya duduk di atas kursi piano-nya tersebut .

Lalu adapun petani - petani miskin yang harus berpisah dari keluarganya, karena dituding sebagai anggota simpatisan BTI (underbow PKI) gara - gara hanya menerima bantuan berupa cangkul dan bibit dari organisasi BTI . Apa dayalah yang namanya orang miskin yang gak tau apa - apa, jika pun mereka diberi bantuan gratis seperti itu siapa juga yang bakal menolak ?, akhirnya disiksa dan dipenjaralah mereka juga .

PKI itu komunis-atheis dan juga bersalah, karena telah membunuh 7 Jendral serta sering melakukan pemberontakan . Propaganda pun semakin gencar dihembuskan , saling tuding - menuding, fitnah - memfitnah antara saudara sebangsa sendiri, hingga terjadi pertumpahan darah akibat operasi pemberantasan PKI yang dilakukan Orba , dengan jumlah korban mencapai -+ 700 - 1,5 juta jiwa .


  HAHAHAHAAHAAAAAA......

     HAHAHAHAHAAAAA...........

            HUAHHAHAHAHAHAAA.........



      DAN SETAN AGNOISTIK BELANDA  -        PUN TERTAWA MENDENGARNYA.......



        HUAHAHAAHAHAAA....


DISAAT INDONESIA MERDEKA, TERBEBAS DARI PENJAJAHAN BELANDA  . DISITU-LAH KEBODOHAN KALIAN....... WAHAI... KAUM INLANDER


YANG MUDAH SEKALI TUK DI ADU DOMBA LEWAT PEROPAGANDA CIA , IMPERIALIS INGGRIS-AMERIKA DAN ORBA . 

UNTUK SALING MEMBUNUH SESAMA SAUDARA SEBANGSA-NYA SENDIRI .


G 30S/PKI adalah Sebuah KUDETA,  'SATU-SATUNYA' PEMERINTAHAN DI DUNIA, YANG TUMBANG MELALUI KUDETA PKI YANG GAGAL .

KENNEDY TEWAS... PKI DIMUSNAH TOTAL..... SOEKARNO LENGSER DAN JADI TAHANAN ORBA...... FREEPORT DI PAPUA JATUH KETANGAN IMPERIALIS-AS & ORBA.... SEKETIKA SOEHARTO JADI PRESIDEN .


SUNGGUH.... SEJARAH YANG PENUH AKAN KONSPIRASI - MANIPULASI .


       HAHAHAHAHAAAHAAAAAA.......

 , teriak Willem yang seketika itu langsung merasuki raga Della yang sedang melamun sambil mendengar cerita beliau . Terlihat Della mulai berprilaku aneh seperti orang yang tengah kerasukan . Keadaan-pun kembali panik...

"Nak Della kenapa ?... hei nak, sadar nak... ", ujar salah 1 peneliti . Dalam posisi tak sadarkan diri dan tengah dikendalikan oleh hantu Willem dengan tatapan kosong . Lantas Ia berjalan ke sudut ruangan lalu menggeser sebuah lukisan , yang ternyata dibalik lukisan tersebut terdapat ruang yang menyimpan beberapa carik kertas dan koran lama . Semua orang di ruangan itu tampak terdiam tak berkutik sedikitpun dan suasana mulai hening . Della pun kembali ke tempat serta meletakan kertas-kertas itu di salah satu pojok tuts piano , sembari mulai memainkan piano, melantunkan lagu Moonlight Sonata ciptaan Bethoven tersebut .

Ini.... ini lagu yang pernah didengar tuan Wicaksana ketika bulan purnama tiba , sewaktu Ia masih bersembunyi di rumah tua ini dan piano itu berbunyi dengan sendirinya . Dan hal itu juga sudah tidak asing lagi baginya . Lantas Ia pun mendekat ke arah Della .

"Jangan - jangan kau adalah arwah penunggu rumah tua ini ? , tolong jangan ganggu nak Della... kami disini juga tidak bermaksud mengganggu kalian", ucap tuan Wicaksana . Dan alunan musikpun berhenti . Wicaksana lalu melihat tumpukan kertas di dekat piano itu .

"Tenang... aku hanya meminjam Raga-nya sebentar, untuk berkomunikasi dengan anda", ujar Willem (menggunakan tubuh Della) .

Wicaksana mulai membaca sekilas isi kertas-kertas tersebut dan mulai semakin lama semakin serius menanggapinya .

"Ya.... benar.... sengaja ku simpan ditempat yang aman , kau tahu... apa yang ku maksud ?", ucap Willem sambil tersenyum sinis .

"Sudah terjadi... itu sudah lewat, tak ada lagi yang bisa kucapai, usia ku juga sudah tak semuda dulu", ujar tuan Wicaksana . Kemudian salah satu Sejarawan menghampiri dan membaca kertas dan koran lama itu .

"Ini sebuah bukti... iya.. bukti yang bisa anda gunakan untuk menggugat pemerintah, bahwa anda tidak bersalah", ucap salah seorang sejarawan .

"Percuma... nasi sudah menjadi bubur, untuk apa ? . Toh saya juga sudah menerima hukuman, walau dari sesuatu yang tidak pernah saya perbuat . melanjutkan kasusnya pun juga rasanya sia-sia", ujar Wicaksana .

Della lantas bangun dari tempat duduknya, lalu menepuk pundak si kakek Wicaksana . "Dimana penulis kritis Wicaksana yang ku kenal dulu ?, seakan dia lupa akan dirinya sendiri..... seseorang yang selalu berjuang mengungkap kebenaran sejarah dari berbagai manipulasi yang dilakukan elit global hingga berani dengan gilanya mengkritik pemerintahan Orba ? , seseorang yang selalu berteriak lantang, JAS-MERAH... ! jujur-lah pada sejarah... ! Pandanglah sejarah secara jernih... ! Dan bukan secara hitam putih ! , dimana.... dimana.... dimana dia sekarang !? , mungkinkah jiwa sejarawan-nya sekarang telah sirna ?, dan Ia pun juga akhirnya ditahan oleh karena propaganda sejarah Orba itu sendiri..... sungguh sebuah Ironi", teriak Willem .

Mendengar perkataan si hantu Willem , membuat dirinya teringat kembali akan sosok nya dulu yang selalu optimis dalam mencapai sesuatu . Benar juga , menggugat... menggugat mencari keadilan atas tindakan sewenang - wenang pemerintah terhadap dirinya dulu, yang memenjarakan serta mengasingkan dirinya tanpa melalui pengdilan sama sekali .


Akhirnya.... tiba-lah seminggu kemudian....


Melalui berbagai bukti yang Ia dapat dan masih tersimpan di rumah tua itu , akhirnya tuan Wicaksana sendiri berhasil memenangkan gugatan terhadap pemerintah , atas kasus tuduhan tanpa bukti, pencemaran nama baik atas stigma PKI yang selalu melekat pada dirinya . dan memperoleh ganti rugi dari pemerintah sebesar 2 Miliyar rupiah . Sekaligus yang membuat namanya langsung melambung tinggi, disorot berbagai media masa akan kisah - kisah perjuangannya sebagai penulis gila dalam mengungkap kebohongan sejarah di masa Orba .

Apalah arti hadiah uang 2 Miliyar tersebut dari kemenangan gugatannya itu, bagi seorang kakek yang sekarang ini hanya hidup sebatang kara dan tak tahu lagi dimana keberadaan keluarganya setelah peristiwa pengasingan dan penyiksaan yang Ia dapatkan setelah berpuluh - puluh tahun lamanya . Ia masih ingat akan jati dirinya dulu sebagai sejarawan .

Pihak - pihak Pro dan Kontra proyek perluasan taman kota yang sempat ditunda pembangunannya itu lantas
dipertemukan kembali di dalam rumah tua itu . Di Kubu Pro pembangunan, Tuan Evan datang bersama beberapa buruh dan 5 orang paranormal untuk berjaga - jaga . Sementara di kubu kontra, Della , tuan Wicaksana dan para peneliti serta sejarawan . Perundingan mereka yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut tampak membuat suasana semakin panas , karena tak ada satu pihak pun yang mau mengalah , kedua pihak sama-sama memiliki alasan yang logis untuk saling membantah satu sama lain arugumen - argumen yang mereka munculkan .

Hingga salah satu paranormal bernama Rudy mencium keberadaan makhluk halus disekitar mereka . Sedang paranormal lainnya mulai mengeluarkan botol yang dulu pernah digunakan menangkap hantu - hantu sebelumnya yang ada di rumah tua ini .

Tak berselang lama, Della pun mulai mengalami kesurupan dengan tatapan mata yang begitu tajam ke arah botol yang dipegang oleh tuan suryo .


   DASAR MANUSIA SERAKAH !

    KEMBALIKAN SELURUH KELUARGA-KU YANG KAU TANGKAP DULU !!!


Melihat tatapan Della yang tajam ke arah botol tersebut . Lantas tuan Wicaksana secara refleks merebut botol itu dari tangan tuan Suryo . Dan tanpa berpikir panjang lagi, Ia langsung membanting dan memecahkan botol yang sudah di-mantrai paranormal itu, hingga makhluk - makhluk halus yang terperangkap dalam botol itu akhirnya bisa terbebas .

Paranormal tuan Ferdinand mencoba untuk mengusir makhluk halus si hantu Willem yang sedang merasuki raga Della . Karena sikap Della terlalu memberontak, tanpa sengaja telah menjatuhkan alat perekam suara dari kantong jaketnya .

"Hentikan...... ! Sudah... CUKUP... !!", teriak sejarawan bernama tuan Effendi yang langsung mengambil alat perekam suara milik Della yang terjatuh tadi , lalu mulai memutar isi rekaman tersebut .

Suasana kembali tenang , mereka mendengarkan percakapan Willem dengan Koesno (alias Soekarno) soal Tat twam asi yang cinta akan perdamaian , percakapan soal aksi-reaksi manusia terhadap anjing/setan (derajatnya lebih rendah) yang cukup menggelitik sekaligus menyindir mereka .

Pada akhirnya mereka semua pun tersadar , apa penyebab terjadinya tragedi kecelakaan yang hampir meregut korban jiwa tersebut dan mulai menyadari pentingnya menjaga ekosistem alam dan lingkungan . Jadi manusia janganlah serakah , bukan hanya manusia saja yang diciptakan oleh Tuhan , melainkan hewan, tumbuh - tumbuhan, makhluk tak kasat mata dan masih banyak lagi yang belum kita ketahui .

Manusia makhluk sosial, selalu hidup berdampingan . Jika pun ada manusia yang saling mengusik antar-manusia , yang namanya hukum aksi-reaksi , mereka pasti akan membalas juga . Tumbuh-tumbuhan, hewan, hantu dan setan pun juga demikian . Intinya saling harga - menghargai sesama ciptaan Tuhan . Karena sifat Ego dan Keserakahan sendiri lah awal mula penyebab terjadinya suatu bencana .

Kedua pihak lantas sepakat mencari jalan tengah , dan membuat keputusan secara damai . Proyek perluasan taman kota itu terpaksa harus dibatalkan , dan gara - gara ulah mereka sendiri, beberapa bangunan peninggalan Belanda telah mereka porak - porandakan .

 "Uang 2 Miliyar hasil menang gugatan tersebut akan saya sumbangkan untuk pembangunan khususnya untuk memperbaiki, menjaga dan merawat peninggalan sejarah rumah-rumah tua atau bangunan tua Belanda tersebut, tak hanya itu... disekitar itu, dirikan juga Taman Baca Mini yang menampung buku - buku koleksi sejarah agar para penduduk dapat membacanya secara gratis dan Balai kreasi untuk menampung bakat anak-anak muda khususnya yang jago menggambar / Komikus agar dikolaborasikan dengan sejarawan muda, untuk menghasilkan produk komik sejarah Indonesia, dengan konsep komik itu pula-lah mampu menarik minat baca Sejarah dikalangan anak-anak hingga remaja , sekaligus tuk mewujudkan cita-cita dari Bung Karno itu sendiri menjadi Indonesia yang Berdikari", ucap kakek Wicaksana yang usulnya tersebut diterima baik oleh berbagai pihak .

Setelah 1 bulan kemudian , rencana pembangunan Taman Baca Mini dan Balai Kreasi, ide dari kakek Wicaksana pun berhasil terealisasikan . Benar saja.... banyak anak-anak muda yang kemudian tertarik untuk belajar sejarah dan mengembangkan bakat menggambar komik sejarah mereka disana , lambat laun semakin lama tempat tersebut semakin dikenal masyarakat luas , minat baca penduduknya pun mulai meningkat hingga menjadi Objek Pariwisata Sejarah oleh penduduk sekitar serta mampu memberikan pemasukan bagi APBD daerah.

Atas sumbangasih beliau, tuan Wicaksana kepada bangsa dan negara ini mengenai pentingnya mengenal sejarah dan kisah - kisah perjuangan beliau dulu . Maka pemerintah memberikan apresiasi kepadanya , dan Taman Baca itu dikenal  sebagai Taman Baca Wicaksana .

Si hantu Willem dan keluarganya pun , merasa diuntungkan , mereka tidak perlu merasa khawatir lagi jika sewaktu - waktu rumah tua Belanda mereka dihancurkan , karena sudah ada peran pemerintah dan para sejarawan yang akan terus menjaga dan merawat bangunan-bangunan tua bersejarah tersebut . Lalu bagaimana dengan Della ? , tepat sekali... pemerintah dan sekolahnya pun memberikan apresiasi kepadanya karena telah berhasil memecahkan kasus rumit yang berhasil menyelamatkan bangunan tua bersejarah .


JAS MERAH Jangan sekali - sekali melupakan sejarah . Tidak seorang pun dalam peradaban modern ini bisa menimbulkan demikian banyak perasaan Pro dan Kontra seperti Soekarno . Aku dikutuk seperti bandit, dan dipuja bagaikan dewa  - Bung Karno .


                               ~  TAMAT  ~






NOTE    :
Penulis adalah Mahasiswa semester 1 (18 thn) yang berdomisili di denpasar, Bali . Mohon maaf bila ada kesalahan khususnya dalam menulis latar tempat (Kalimantan & Jawa) dan Sejarahnya , secara beberapa fakta sejarah yang sudah dicampur imajinasi penulis .  Akhir kata saya ucapkan , semoga Will'em Webtoon Jaya selalu... kalau bisa sampe jadi Official-Webton deh pokoknya, karena ini satu2nya Webtoon favorit saya semenjak jaman2 SMA dulu , hehee :D .